Dia datang disaat luka hati terbuka tersiram asam nitrat
Dia hampiriku meraih diriku yang terkulai
Entah apa yang menampakan kilatan sinarnya
membutakan hati yang terhempas ditengah gejolak asa
Ah.. dia datang
membawa lari sejuta kebahagiaan jiwaku
Mungkinkah dia membuatkan makam tuk persemayamanku terakhir
Ah..dia datang
Aku ingin berlari namun tubuh ini terlalu lemah lunglai hingga tak kuasa lagi kugerakkan
Advertisement
Tags: kecewa, penyair, puisi, puisi kecewa, Puisi Riena, puisi sedih, sedih